Apa
sih PARKOUR itu?
Mungkin kebanyakan orang
belum mengetahui PARKOUR itu apa, bagi orang yang baru mendengar kata “ Parkour”
itu akan terdengar asing baginya, Sayapun begitu ketika baru pertama mendengar
.
Berawal dari menonton sebuah
film yang berjudul YAMAKASI . yamakasi adalah sebuah film yang
mengisahkan seorang bocah berusia sembilan tahun bernama Jamal mengalami luka
parah saat terjatuh, agar bisa bertahan hidup, ia pun harus melakukan
transplantasi jantung baru dalam waktu 24 jam. Jika tidak, maka nyawa Jamal
akan melayang. Sayangnya, keluarga Jamal bukanlah keluarga mampu. Padahal,
mereka membutuhkan setidaknya 58 ribu dollar Amerika untuk membayar operasi
jantung tersebut pada Heart Tranplant Corp (HTC).
Tujuh pemuda (Baseball,
L’Araignee, La Bellette, Zicmu, Rocket, Sitting Bull dan Tango) yg tergabung
dalam kelompok Yamakasi pun datang menolong Jamal dan keluarganya. Mereka
merampok rumah orang-orang kaya anggota HTC untuk membiayai operasi
Jamal.
Yamakasi sendiri berarti
tujuh, Tujuh pemuda dengan keunikan dan kemampuan yang luar biasa. Mereka mampu
bergerak cepat di udara, mampu melayang dan manaiki gedung layaknya Spiderman
tanpa menggunakan alat bantu apapun. Untungnya, kemampuan ini tak sekedar
mereka lakukan untuk kesenangan tetapi juga menolong orang-orang tak
mampu.
Saya sangat menyukai film
ini, menyukai aksi para aktor dalam film ini, mereka beraksi dengan berlari,
melompat dari satu gedung ke gedung lain, lincah meloloskan diri dari kejaran
polisi dan semua aksi yang mereka lakukan dalam film ini, dan saya sangat
tertarik.
Saya menonton film ini
ketika masih duduk di bangku SMP, ketika itu saya belum mengenal yang namanya parkour
yang saya kenal adalah yamakasi. Sebutan Parkour itu
sendiri baru saya tahu ketika sudah duduk di bangku SMA, dimana ketika
itu saya mencoba mencari tahu tentang film yamakasi di internet , dan ternyata
aksi-aksi dari para aktor dalam film itu yang disebut Parkour.
Dan berikut ini adalah
sejarah parkour yang saya kutip dari http://id.wikipedia.org/wiki/Parkour :
Parkour berasal dari kata
parcours du combatant yang berarti pelatihan halang rintang untuk sesi militer.
Kata Parcours “c” diganti menjadi “k” dan “s”nya dipakai untuk menjelaskan
filosofi Parkour itu sendiri. “Parkour’s philosophy about efficiency”
.
Sedangkan istilah Traceur adalah sebuah sebutan untuk para praktisi Parkour.
Seseorang bisa dikatakan traceur jika orang tersebut sudah memahami arti,
basic, dan filosofi dari Parkour itu sendiri. Traceur berasal dari kata
“tracer” yang berarti cepat, mempercepat (to trace/ to go fast).
Parkou (biasanya disingkat
PK) atau I’art du deplacement (seni gerak) adalah aktivitas yang
bertujuan untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, dengan seefisien
dan secepat-cepatnya, menggunakan prinsip kemampuan badan manusia. Itu berarti
untuk menolong seseorang melintasi rintangan, yang bisa berupa apa saja di
sekitar lingkungan dari cabang-cabang dan batu-batuan hingga pegangan tangan
dan tembok beton yang bisa di latih di desa dan di kota. Atlet-atlet parkour
dikenal sebagai “Traceur” atau “Traceuse” untuk perempuan.
Ditemukan oleh David Belle di Perancis,
"Parkour" bertujuan untuk melatih efisiensi gerakan untuk membentuk
badan dan pikiran seseorang untuk dapat menghadapi rintangan-rintangan dalam
kondisi bahaya.
Namun jauh sebelum itu, ada seorang pelaut Prancis pada abad 19 bernama Georges
Hebert yang mengembangkan metode latihan yang mampu mengeluarkan energi
manusia yang tersembunyi dalam tubuhnya. Hebert terinspirasi oleh suku di
Afrika yang memiliki kemampuan atletik dan gimnastik. Ternyata, yang bisa
membuat suku tersebut kuat adalah lingkungan sekitarnya yang telah melatih
mereka dengan sendirinya selama bertahun-tahun.
Akhirnya, Hebert menciptakan sebuah latihan yang diberi nama methode
naturalle yang terkenal dengan moto ‘etre fort pour etre utile’
atau ‘to be strong, to be useful’.
Latihan ini meliputi sepuluh gerakan dasar yaitu walking, running,
jumping, swinging, quapedral movement, balancing, throwing, lifting, climbing,
dan swimming. Metode itulah yang akhirnya dipakai para tentara Prancis di
perang Vietnam. Salah satu yang mendalami latihan itu adalah Raymond Belle,
ayah David Belle itu sendiri.
Terins pirasi dari ayahnya, Raymond Belle seorang tentara Perancis yang
akhirnya bergabung dengan sapeurs-pompiers (pemadam kebakaran militer). Lahir
di tengah keluarga pemadam kebakaran membuat David terinspirasi dengan
cerita-cerita tentang kepahlawanan. Saat berumur 16 tahun, David memutuskan
untuk meninggalkan sekolah untuk mencari kecintaannya akan kebebasan, aksi, dan
untuk mengembangkan kekuatan dan ketangkasan yang dimilikinya agar berguna
dalam kehidupannya, seperti yang selalu dinasehatkan oleh ayahnya.
Raymond memperkenalkan pada anaknya tentang sebuah latihan halang
rintang dan metode natural yang akhirnya dikenal dengan nama Parkour. Sejak
saat itu ,setiap David sepulang sekolah ia mulai memainkan skenario sendiri
bagaimana dia bisa meloloskan diri dari situasi yang sulit. Menurut David,
Parkour dapat berguna sebagai self-defense dalam keadaan tidak terduga.
Saat martial art bisa disebut sebagai sebuah bentuk latihan untuk fight
(bertarung), parkour merupakan suatu bentuk latihan untuk flight (kabur).
Sejak Usia 15 tahun, David Belle pindah ke Lisses (salah satu kota di
Perancis). Pada waktu itu, dia bertemu dengan para remaja di sana yang tertarik
dengan apa yang dilakukan oleh David. Disinilah cikal bakal dari lahirnya
sebuah grup Parkour yang dikenal dengan nama Yamakasi. Bersama teman masa
kecilnya, Sebastian Foucan beserta beberapa pemuda lainnya mulai mengembangkan
Yamakasi sebagai tim Parkour yang dikenal di Perancis. Namun karena perbedaan
prinsip, David dan Sebastian berpisah dan meninggalkan Yamakasi. Sehingga saat
film Yamakasi yang dibuat pada tahun 2001 harus tetap berjalan tanpa kehadiran
mereka berdua.
David tetap memegang prinsip Parkour yang tetap mengedepankan tentang
keefektifan dan efisiensi yang menampilkan kesederhanaan dan memiliki filosofi
melewati rintangan dengan cepat dan efisient. Sedangkan Sebastian lebih memilih
untuk membuat gerakan-gerakan dari parkour terlihat lebih indah yang dapat
membuat orang yang melihatnya menjadi tertarik. Sehingga akhirnya ia
menambahkan gerakan acrobat seperti flip atau salto dikombinasi dengan gerakan
“pacours du combatant” yang akhirnya menjadi Freerunning. Hal tersebut yang
membuat David Belle berbeda pandangan dengan Sebastian Foucan. Karena menurut
David Belle, gerakan acrobat atau salto sangat tidak efisien dan sangat
bertolak belakang dengan originalitas Parkour. Selain itu, keinginan untuk
melakukan gerakan hanya untuk dilihat orang lain tanpa keinginan untuk
melakukan gerakan itu dari diri sendiri, merupakan hal yang bertolak belakang
dengan parkour.
Nilai-nilai kehidupan yang terdapat dalam Parkour :
Seni untuk melewati semua masalah dalam track kehidupan
Saat kita menjalankan track kehidupan, terdapat banyak rintangan dan
masalah hidup yang terlihat seperti obstacles dalam hidup. Semua orang pasti
mempunyai tjuan akhir. Tapi saat kita bergerak ke tujuan akhir, banyak
rintangan (obstacles) yang menghadang. Dengan memakai prinsip dari Parkour,
kita akan berusaha melewati rintangan obstacles tersebut dengan indah dan penuh
control. Memecahkan masalah yang kita hadapi dengan efektif dan efisien. Semua
manusia pasti mempunyai track kehidupannya masing-masing.
Melawan Rasa takut
Seseorang yang takut untuk mencoba, tidak akan berbuat apa-apa dan tidak
akan menjadi siapa-siapa. Semua manusia pasti melewati proses seperti ini.
Kalau kita tidak bisa melawan rasa takut, ngga akan ada kemajuan dalam
kehidupan. Kita bisa naik motor, sukses dalam bisnis, menang tender dan sebagainya
adalah buah dari keberanian kita melawan rasa takut.
Tapi ingat ukur ketakutan dan keberanianmu dengan meteran nyali. Kalau
kita terlalu berani, kita akan bertindak bodoh, ceroboh bahkan celaka. Tapi
kalo terlalu takut, maka kita tidak akan berbuat apa-apa. Jadi antara rasa
takut dan berani harus seimbang.
Bangkit dari kegagalan
Saat kita mencoba suatu gerakan di Parkour, kita akan selalu mengalami
kegagalan atau jatuh. Tapi kalo kita terus bangkit berdiri dan mencoba lagi,
kita pasti akan bisa menguasai salah satu gerakan tersebut. Begitu pula dalam
kehidupan. Intinya berani gagal alias berani jatuh. Coba lagi dan pelajari
supaya tidak gagal dan jatuh lagi.
Flexibilitas dan fluiditas
Berlatih Parkour akan membuat diri kita flexible dan semangat kita terus
mengalir. Begitu pula dalam kehidupan. Saat kita berada dalam lingkungan baru,
kita berpikir untuk tetap flexible dan mampu beradaptasi dengan lingkungan
tersebut. Walaupun lingkungan tersebut awalnya tidak membuat diri kita nyaman.
Sedangkan fluiditas akan membuat diri kita mempunyai semangat yang terus
mengalir untuk menjalani kehidupan walaupun mempunyai masalah yang berat.
Kreatifitas dan kebebasan
Dalam Parkour kita bisa berkreasi untuk menciptakan gerakan atau
menggabungkan beberapa gerakan dasar menjadi gerakan baru tergantung
kreatifitas kita. Hidup pun begitu, kita harus kreatif sehingga bisa berguna
dan bermanfaat dalam kehidupan. Selain itu, Parkour juga mengajarkan kita untuk
bergerak bebas menuju kebebasan tanpa melawan aturan.
Parkour menentang kompetisi
Sebuah kampanye datang dari beberapa praktisi Parkour tentang menentang
keras adanya kompetisi dan rival di dalam Parkour. Kompetisi tidak sesuai
dengan filosofi dan nilai moral dari parkour yang mengutamakan kebebasan.
Kompetisi hanya akan mendorong seseorang untuk mengalahkan orang lain yang
disaksikan oleh penonton atau hanya akan menambah keuntungan oleh beberapa
corporasi yang hanya mengambil keuntungan dari Parkour.
Latihan Parkour bukan ditujukan untuk melawan atau mengalahkan orang
lain. Parkour ditujukan untuk membantu orang lain sehingga manusia mempunyai
cara berpikir moderasi (sederhana) dan memiliki ketahanan fisik yang lama.
Parkour bukan olahraga ekstrem
Banyak orang awam yang melihat video-video Parkour mulai beranggapan
bahwa Parkour adalah olah raga ekstrem dan menggolongkannya dengan olahraga
seperti skate board, bmx dan lainnya. Sehingga banyak orang yang nekat
melakukan gerakan-gerakan berbahaya yang akhirnya berakibat pada cedera serius.
Parkour tidak hanya berhubungan dengan nyali saja, tapi sangat
berhubungan erat dengan pikiran matang, latihan fisik dan dan teknik yang terus
menerus dilakukan. Gerakan-gerakan yang kita lihat melalui video seperti yang
dilakukan David Belle dan anggota Yamakasi merupakan hasil dari sebuah latihan
panjang selama belasan tahun.
Mengembangkan dan menyebarkan Parkour
Saat ini Parkour mulai dikenal di seluruh dunia termasuk di Indonesia
sendiri. Perlahan-lahan beberapa traceur yang mengerti akan filosofi dan teknik
dalam Parkour mulai bertambah. Berkat pembelajaran dari beberapa informasi yang
benar mengenai originalitas tentang parkour dari sumber-sumber tepercaya,
lambat laun Parkour menjadi sebuah kebutuhan dan disiplin dalam setiap traceur yang
memiliki pemahaman dalam jiwanya masing-masing. Pengetahuan seperti inilah yang
harus disebarkan ke masyarakat luar dan memberikan edukasi yang benar tentang
Parkour mulai dari sejarah dan filosofi yang terkait di dalamnya.
Intinya adalah, Parkour bukan hanya melatih fisik saja. Parkour juga
mencerminkan sebuah filosofi moral dengan nilai-nilai tersendiri. Bukan hanya
sekedar sebuah olah raga, tapi juga sebuah seni. Dan yang paling penting
Parkour adalah sebuah filosofi yang selalu dipakai semua orang setiap hari.
Seperti pesan David Belle yang disampaikan kepada para traceurs melalui
Lisses and Parkour Documentary “Pilgrimage”, karya Duncan.
(Terima kasih banyak kepada Duncan atas kutipan dan pengulangan pernyataan
David Belle tersebut)
”Ajarkanlah orang-orang ini..
Jika kamu memahami parkour, maka sebarluaskan pengetahuan tersebut
kepada orang lain, anak-anak, teman, ataupun kepada mereka yang memiliki
pengetahuan yang kurang tepat ataupun kurang lengkap mengenai parkour. Jika
kamu kurang yakin maka buka mata, telinga, dan belajarlah.
Hanya terdapat satu-satunya parkour dan itu merupakan metode yang
diwariskan kepada David Belle oleh ayahnya – berbagai bentuk disiplin lainnya
adalah untuk dihormati tetapi tetap saja merupakan suatu bentuk disiplin yang
lain, dan parkour sejati masih berada di luar sana. Parkour diketahui oleh umum
dan jumlah orang yang mempelajarinya terus bertambah.”
”Jika kamu berniat untuk menolong – jika kamu adalah traceurs sejati
dari lubuk hati – maka kamu tidak akan bergerak maju sendirian, tetapi kamu
akan menuju ke barisan terbelakang dan menolong orang lain untuk maju bersama
kamu.”
Saya
bukan hanya menyukai dan tertarik tapi saya juga mencobanya.
Berawal dari menonton
akhirnya saya mencoba, mencoba sesuatu hal yang mungkin kelihatan asing dimata
orang-orang yang belum mengenal Parkour. Hal ini memang terlihat konyol
di kota kami, sebab belum ada komunitas pecinta parkour, dan yang tahu tentang
parkourpun mungkin hanya segelintir orang saja.
Pertama saya mencoba berlatih
parkour di rumah dengan melompati pagar tmbok, memanjat tembok, melompat dari
atap garasi, lompat dan berayun-ayun di cabang pohon, hand stand, to leap/jump,
hampir setiap sore saya berlatih, adapun kecelakaan yang sering terjadi ketika
saya berlatih, salah satunya saya pernah terjatuh dari tembok yang tingginya 5
meter, hanya karena kaki saya tersandung . jatuhnya bukan lansung ke tanah
tetapi menimpa sebuah pohon hias yang di tanam dalam sebuah pot, ynag
mengakibatkan pohon tersebut rusak dan potnya pecah dan saya sendiri mengalami
luka lecet pada kedua siku dan lutut. ,,hahahaha :D Mungkin ini hal yang paling
konyol yang pernah saya lakukan tapi jujur saya sangat menyukainya......